Bali Wisata Tour | Paket Bali Tour | Wisata Murah Bali

Pura Lempuyang

Pura Lempuyang Sering Dibilang Gerbang Surga Dengan View Gunung Agung

Bali Objek Wisata | Kabupaten Karangasem | Pura Lempuyang

Pura Lempuyang adalah Bali Objek Wisata yang sangat terkenal di kalangan wisatawan asing maupun domestik, dimana objek ini sering sekali dikunjungi untuk melihat pemandangan gerbang dengan latar belakang gunung agung, sering kali wisatawan menyempatkan diri untuk berfoto di gerbang ini. Kebanyakan wisatawan menyebut gerbang di pura lempuyang ini sebagai gerbang surga, seiring waktu para wisatawan lebih mengenal tempat ini dengan nama Gerbang Surga. Pura lempuyang terletak di puncak Bukit Bisbis, Abang, Karangasem, Bali merupakan sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam perwujudannya sebagai Icwara, pura berlokasi wilayah bagian Timur pulau dewata tepatnya di Kabupaten Karangasem. Perlu diketahui juga, wisatawan banyak mengenal nama Pura Lempuyang, kalau tujuan mereka untuk wisata foto di Gerbang Surga dengan suguhan pemandangan indah Gunung Agung, maka tempat yang dimaksud adalah Pura Penataran Agung Lempuyang yang terletak di desa Purwayu, pura ini juga terletak di kawasan Gunung Lempuyang tapi terletak di lareng gunung, sedangkan pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Gunung. Pura Penataran Agung Lempuyang memang sekarang ini sedang hits dan populer sebagai tujuan wisata tour di wilayah Bali Timur.

Bali Objek Wisata | Kabupaten Karangasem | Pura Lempuyang

Pura Lempuyang ini berstatus sebagai salah satu “Sad Kahyangan Jagad” sehingga dengan demikian jelas bahwa pura ini merupakan penyungsungan jagat yg terletak pada arah timur pulau Bali. Dengan demikian dilihat dari segi letak, dapat dijelaskan bahwa fungsi dari pura ini sebagai perlambang untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Dikutip dari lempiran buku dari Kebudayaan Bali tahun 1998 yang berjudul "Lempuyang Luhur" disebutkan Lempuyang berasal dari kata 'lampu' yang berarti sinar, dan "Hyang" untuk menyebut Tuhan, seperti Hyang Widhi Wasa. Dari kata itulah Lempuyang diartikan sinar suci dari Tuhan yang terang - benderang. Pura Lempuyang, yang secara lokal disebut Pura Lempuyang Luhur, adalah salah satu Pura tertua dan paling dihormati di Bali. Penghormatan ini setara dengan Besakih, yang biasa disebut The mother temple of Bali. Mengenai usia dan kedudukan pura, kedua pura ini diyakini melebihi dari mayoritas pura lain di pulau Bali.

Sejarah Pura Lempuyang

Pura Lempuyang Luhur dan Pura Sad Kahyangan lainnya didirikan pada abad ke-11 Masehi saat Mpu Kuturan mendampingi Raja Udayana memerintah Bali bersama permaisurinya. Pura Sad Kahyangan didirikan untuk melindungi Bali agar masyarakatnya tetap melakukan hal-hal yang dibenarkan menurut ajaran agama. Dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul dinyatakan Sang Hyang Parameswara membawa gunung-gunung yang ada di Bali dari Jambhudwipa (India), dari Gunung Mahameru. Potongan Gunung Mahameru itu dibawa ke Bali dan dipecah menjadi tiga bagian besar dan juga bagian-bagian kecil. Bagian tengahnya dijadikan Gunung Batur dan Gunung Rinjani, sedangkan puncaknya menjadi Gunung Agung. Pecahannya yang lebih kecil menjadi leretan gunung-gunung di Bali yang berhubungan satu sama lainnya. Gunung-gunung tersebut antara lain Gunung Tapsahi, Pengelengan, Siladnyana, Beratan, Batukaru, Nagaloka, Pulaki, Puncak Sangkur, Bukit Rangda, Trate Bang, Padang Dawa, Andhakasa, Uluwatu, Sraya dan Gunung Lempuhyang. Dalam bahasa Jawa Kuno Lempuhyang artinya ''gamongan''. Dibawanya leretan gunung-gunung yang mengelilingi Pulau Bali ini oleh Sang Hyang Parameswara sebagai stana para dewa manifestasi Tuhan untuk menjaga Bali. Dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul itu juga dinyatakan bahwa Sang Parameswara menugaskan putranya Sang Hyang Agnijayasakti turun ke Bali dan menjaga kesejahteraan Bali dan berstana di Gunung Lempuhyang atau Gunung Gamorangan bersama dengan dewa-dewa lainnya.

Dalam prasasti Sading C tahun 1072 Saka dinyatakan bahwa Gunung Lempuhyang juga bernama Gunung Adri Karang. Di Gunung Adri Karang inilah Raja Jayasakti bersemadi, karena itulah gunung itu juga bernama Karangsemadi. Raja Jayasakti diperintahkan oleh ayah beliau Sang Hyang Guru untuk turun ke Bali membangun pura agar menjadi daerah yang aman dan sejahtera. Raja Jayasakti mengajak para pandita dan para pembantunya serta rakyat untuk mewujudkan perintah Sang Hyang Guru membangun Bali dengan diawali pembangunan pura di Gunung Lempuhyang sebagai stana pemujaan Tuhan sebagai Sang Hyang Iswara. Sebelumnya Raja Jayasakti melakukan semadi sebagai langkah awal membangun kehidupan yang aman sejahtra di Bali. Dari Pura Lempuyang inilah dipancarkan sinar kepemimpinan religius untuk menerangi jiwa raga rakyat Bali mewujudkan cita-cita hidupnya membangun Bali yang aman sejahtera.

Telepon